Minggu, 2008 November 23
TARAK
Ya Robbi,
hamba yang tua renta dan bodoh ini
tidak pernah malu meminta minta kepadaMU
dan.....
selalu berpesan kepada ustadzah yang mendalami AlQur'an Bil Ghaib
[membaca Al Qur'an dengan pejamkan mata]
jika kelak mereka telah lulus dan mempunyai pondok pensantren
jangan saja yang dipikirkan anak kecil, remaja,
akan tetapi.......
Pondok pesantren khusus orang tua yang sudah kelabu dan tua renta
yang membutuhkan tampungan untuk masa depan
artinya
sa'at ajal tiba
HUSNUL KHOTIMAH
Ya Robbi
hari ini
Senin, 24 Nopember 2008
hamba meminta do'a kepada Nyai [PP NU] yang akan tindak haji
Selasa 25 Nopember 2008
Ya Robbi
desahan nafas orang tua yang bodoh ini
terdengar sampai SANUBARI Nyai yang membimbing Al Qur'an Bil Ghoib
Ya Robb
kabulkanlah do'a beliau
membuat pondok pesantren
khusus membimbing orang tua yang sudah tua renta dan kelabu
Ya Robbi
Kabulkanlah do'a beliau Ya Robbi
amin
[Al-Fatihah]
Sabtu, 2008 November 08
Nabi (Agung Sayyidina) Muhammad SAW
Wahai Muhammad...
Engkau hamba Allah yang paling mulia
Sang kekasih Allah dan utusan Allah
Serta Nabi akhir zaman
Engkau berjuang mati-matian
untuk menyiarkan agama Islam
Tak pernah menyerah
Walaupun banyak cobaan dan tantangan
Engkau berjuang di medan perang
Melawan kaum kafir
Sampai akhir hayatmu
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un
Muhammad...
Ingin ku teladani sifat-sifatmu
Yang berjiwa besar
Berhati mulia
Serta berbudi pekerti luhur
Sang pembawa rahmat serta syafa'at
meskipun kini kau telah tiada
Berpulang ke pangkuan-Nya
Namamu, Muhammad
Abadi dalam dunia
Maupun Akhirat
terima kasih Nabi Muhammad
Atas jasa-jasamu
By : Maulida Fulky Fauziati
Kelas V MI Al-Azhar Komplek Masjid
Baitul Khoir Bandung
Tulungagung 66274
Jawa Timur
Dikutip dari : Majalah Wanita Ummi
No.06/XX Oktober 2008/1429 H
Catatan : Maulida Fulky Fauziati adalah sahabat [Redaksi airmatamursid] saat RFM 1428 H
(Romadhon Fil Ma'had) di PPNU Kotagede Yogyakarta
Kamis, 2008 Mei 29
Perajin Batik Tulis
Oleh
Dra. Hj. Dwihening Jayanti
Guru Seni Batik
Batik telah mengalami perjalanan yang cukup panjang, mengalami pasang surut sesuai dengan zamannya.
Sa’at ini “Perajin batik halus” mulai berkurang karena telah surut, karena zaman sekarang adalah zaman modern dan semua nyaris disegala bidang menggunakan computer.
Perajin batik halus mengenaskan, kenapa ? masalah penghasilan ?! dalam satu hari dengan anak satupun tidak dapat mencukupi kehidupan keluarganya, pembaca ingin tahu berapa gaji mereka ? 20 ribu rupiah dan harus dapat menyelesaikan satu lembar kain batik dengan tekun, teliti, sabar, pikiran dan rasa harus focus satu “konsentrasi” jika tidak ? tentu tidak dapat menghasilkan sesuatu yang halus dan indah
Ketidak seimbangan antara pemilik perusahan yang nota bene adalah orang kaya raya dan dapat menunaikan ibadah haji berulangkali sedang nasib perajin batik makan sayur tempe dan sambal, betapa nikmat makan mereka dengan hasil jerih payah, betapa halal ! Subhanallah
Sungguh perbedaan antara pengusaha batik dan perajin batik jarak mereka antara bumi dan langit
Kini batik tulis halus tinggal kenangan masa lalu, tinggalan budaya bangsa
Jika pengusaha batik tetap memberi gaji sedikit, sesuatu yang wajar karena perhitungan dagang harus ada “untung rugi”, akan tetapi penulis mencoba mengingatkan apa yang tersurat didalam Al Qur’an, sehingga perajin batik akan bermunculan, sudah tidak selayaknya ada istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” semua harus ada keseimbangan agar tidak ada istilah jarak antara langit dan bumi, karena semua adalah hamba Allah yang perlu disikapi dengan kelenturan hati,
Insya Allah, pengusaha batik adalah pelestari budaya bangsa, jika dalam relung hati terselip Ayat Ayat Suci, amin.
Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
QS. Al Hadiid [57] : 2
Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dia kehendaki. mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
QS. Ar Ra’d [13]: 26
Rabu, 2008 Mei 28
Purna tugas
"Love" By Muslim Women
Ya Robb By Muslim WomenUstadz Sukono
diselegarakan
pukul 13.30
Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh
Bismillahirohmanirrohin
Demikian Sustadz Sukono sebelum memulai berbicara dalam forum kecil yang diselenggarakan dalam rangka “Pamitan” bukan haji akan tetapi pamitan “purna tugas” sebagai PNS.
hanya menyampaikan makna yang tersurat dalam Al Qur’an bawa setiap muslim mempunyai hak untuk saling nasehat menasehati
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
QS. Al Ashr 103 [1-3]
Karena beliau sangat berhati hati dalam berbicara, apalagi sesuatu yang menyangkut hubungan hamba dengnanAllah SWT sebagai penguasa yang mengetahui isi hati manusia,
maka beliau menguraikan dengan bahasa dan simbul yang sangat sederhana “jika” kita hanya mempunyai satu buku sudah kita baca maka buku itu kita pinjamkan kepada orang lain dan seterusnya.
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
QS. As Shaff [61] : 1-4
QS. At Taubah [9] : 41
Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
Katakanlah: "Sesungguhnya aku Telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik".
Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
QS. Al An ‘am [6] : 160-162
Minggu, 2008 Mei 25
Qataman Al Qur'an Bil Ghoib
mbah_ibu, bendahara dan Ustadzah Fafidzah
Menu dahar Ustadzah Hafidzah
Qataman Al Qur’an
dalam rangka
Mohon kepada Allah SWT agar
Mursid Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqshabandiyyah
Hadrotusy Syeikh Ahmad Asrory Al Ishaqi ra
diberi kesehatan dan panjang usia
di
PP”NU” Koatagede Jogjakarta
SABTU, 19 April 2008
Ba’da Isya’
Peserta/pembaca Al Qur'an
Pengurus PP “NU” , Ustadzah, Ustadzah Hafidzah,
Pengawas dan mBak nDalem
Tempat Masjid
Pembawa Acara Ustadzah Zuriyatul Farikah Spd
Do’a Qatam Ustadzah Hafidzah Murniyati
QATAMAN AL QUR’AN BIL GHOIB [petukan]
dalam rangka
Mohon kepada Allah SWT agar
Mursid Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqshabandiyyah
Hadrotusy Syeikh Ahmad Asrory Al Ishaqi ra
diberi kesehatan dan panjang usia
di
PP”NU” Koatagede Jogjakarta
SENIN, 19 Mei 2008
Ba’da Isya’
Pembaca Al Qur’an Bil Ghoib oleh hafidzah
Peserta/penyimak Pengurus PP “NU” , Ustadzah,
Pengawas dan mBak nDalem
Tempat Aula Masjid Lantai 2
Pembawa Acara Ustadzah Zuriyatul Farikah Spd
Do’a Qatam oleh Ustadzah Hafidzah Murniyati
QATAMAN AL QUR’AN BIL GHOIB
dalam rangka
Mohon kepada Allah SWT agar
Mursid Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqshabandiyyah
Hadrotusy Syeikh Ahmad Asrory Al Ishaqi ra
diberi kesehatan dan panjang usia
di
PP”NU” Koatagede Jogjakarta
Insya Allah
Kamis dan Jum’at, 5 dan 6 Juni 2008
Ba’da Isya’
Qataman Al Qur’an Bil Ghoib, oleh Hafidzah yang sudah wisuda
Peserta/penyimak Hafidzah
Tempat Ruang A2
Pembawa Acara Ustadzah Zuriyatul Farikah Spd
Do’a Qataman oleh Ustadzah Hafidzah Murniyati
Rabu, 2008 Mei 21
Gelisah seoorang hamba
Oleh
Lathifatul Muthi
Mahasiswa Jurusan Matematika
Tingkat akhir
Universitas Islam Negeri
Jogjakarta
hamba
adalah santri yang ke_kanak_kanak_an
kadang hamba tidak mengerti apa arti ke_kanak_kanak_an
hamba gelisah
perang pecah
hamper tiap sa’at
dalam relung jiwa yang mulai kotor
hamba
adalah santri
penuh dengan angan
angan yang sulit terkendali
kala pikiran melemah
jika dosa mengiringi
bagai tersumbat bebatuan
menutupi saluran air
hamba
adalah satri
kadang sakit
oleh tiupan kata yang membisik hati
digandeng tatapan mata membesar
sahabatku
jika engkau tahu
hamba begitu resah
ingin duduk bersamamu
mendengarkan ceritamu yang indah
tentang kehidupan dan kematian
Ya Robb
jagalah hamba dari kemunafikan
sahabatku
marilah kita memohon kepada Dia
agar kita jauh dari kebohongan
dan jauh dari ingkar janji
tak boleh kita lelah
dan tertidur dalam pembaringan
Ya Robb
hamba lemah
bagai burung sedang sakit
tak dapat terbang jauh
Ya Robb
hamba lemah
Ya Robb
hamba bersyukur
mengenal diri hamba
sehina apapun hamba
sekotor apapun jiwa hamba
sehitam apapun pikiran hamba
sekeras apapun hati hamba
cinta dan kasih sayang
tercurah dari do’a
Allahu khoirun haafidhoo
Wahuwa arhamur rochimiin
Allah adalah dzat yang paling baik dalam penjagaanNya
Dan Dialah yang paling welas diantara yang maha welas
Selasa, 2008 Mei 20
Romadhon Fil Ma’had
"All the same" by heart less by muslimzOleh
Maulida Fulky Fauziati
Kelas !V-B M1 Plus Al Azhaar
Koomplek Masjid Baitul Khoir Bandung
Tulung Agung,
Jawa Timur 66274
Wahai para Syuhada
Engkau berjuang tak kenal lelah
Perang dan perang lagi
Menyerang kaum kafir
Banyak pasukan Islam yang gugur terbunuh
Nyawa dikorbankan, agama dipertahankan
Para syuhada
Engkau gugur di jalan Allah
Syuhada
Ingin kutiru kau suatu hari nanti
Gugur dalam mempertahankan agama Islam
Kau benar benar syuhada sejati
Tak mengharapkan imbalan sedikitpun
Engkau hanya ingin agama Islam abadi
Semoga cita cita mulyamu tercapai
PUISI ini dikutip oleh
Redaksi airmatamursid.blogspot.com
dari : Majalah Wanita Ummi; Identitas wanita Islam
No.01/XX Mei 2008/1429 H
CaTaTaN PriBaDi/ReDaKSi
Maulida Fulky Fauziati adalah teman sekamar akrab dengan Redaksi airmatamursid sewaktu Romadhon Fil Ma’had [RFM] 1428 H di Yogyakarta





